Komuniti Al-Insyirah

islamic finance, banking, career, peace.

Ruang Download Section dah dibuka, sila gunakan sebaiknya
Similar topics

    You are not connected. Please login or register

    Dialog Iblis dgn Rasullullah

    View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

    1 Dialog Iblis dgn Rasullullah on Tue Jan 22, 2008 12:26 pm

    dheadz

    avatar
    Admin
    Admin
    Assalammualaikum...

    Semoga bermanfaat bagi yg membacanya

    20 Rahsia Syaitan (Dialog Iblis vs Rasulullah SAW)

    Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia
    menghadap Rasulullah SAW untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang
    disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan
    derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada
    umat manusia.

    Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahwa
    Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap
    Rasullullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang
    ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya.
    Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus
    semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat
    keras."

    Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka
    segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai orang
    tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya
    seperti ekor lembu.

    Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh
    Rasulullah SAW. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),

    "Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu
    sangat mulia di sisi Allah?" Maka jawab Nabi dengan marah, "Hai
    Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu?
    Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga
    keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab
    hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang
    sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud
    dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena
    engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan
    pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

    Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla,
    cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah.
    Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan
    jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?"

    Taklimat Iblis, "Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau
    adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah
    diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu
    dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang
    engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya,
    tiadalah aku berani menyembunyikannya."

    Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, "Ya
    Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur
    leburlah badanku menjadi abu."

    Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam
    hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar
    didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi
    perisai kepada seluruh umatku.

    Pertanyaan Nabi (1):
    "Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku
    terhadapmu?"

    Jawab Iblis:
    "Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala
    musuhku di muka bumi ini."

    Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena
    ketakutan. Sambung Iblis, "Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah
    diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan
    suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru
    karena dicegah oleh Allah.

    Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku
    cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau
    berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk
    agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir,
    murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan
    benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di
    dalamnya bersamaku."

    Pertanyaan Nabi (2):
    "Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?"

    Jawab Iblis:
    "Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya
    kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih
    yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat,
    terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta
    benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya
    supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.

    Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan.
    Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan
    minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan
    malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu
    maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan
    zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari
    uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

    Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau
    berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya.
    Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri
    orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah,
    sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar
    berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap
    saat."

    Pertanyaan Nabi (3):
    "Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak
    mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa
    yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa
    yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan
    matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan
    anggota badanmu?"

    Jawab Iblis:
    "Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga.
    Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya.
    Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua
    seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu
    langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama
    sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.

    Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di
    dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi
    Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu,
    kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan
    wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan
    kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di
    syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah
    seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

    Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam
    memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya
    berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang
    Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut
    anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih
    tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.

    Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah
    dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang
    menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka.
    Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada
    apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga
    tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan carut-marut.

    Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh
    Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat
    yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga
    hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang
    menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu
    dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala
    tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut."

    Pertanyaan Nabi (4):
    "Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?"

    Jawab Iblis:
    "Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir
    juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika
    tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala.
    Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku"

    Pertanyaan Nabi (5):
    "Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?"

    Jawab Iblis:
    "Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang
    sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang
    manusia, pada setiap anggota badannya.

    Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas
    sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan
    dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya,
    hilang khusyuknya - matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya
    senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain.
    Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya
    dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam
    hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa
    kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda
    manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat
    hukuman."

    Pertanyaan Nabi (6):
    "Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?"

    Jawab Iblis:
    "Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah
    tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya."

    Pertanyaan Nabi (7):

    "Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?"

    Jawab Iblis:
    "Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah
    mencukupkan rukun Islamnya."

    Pertanyaan Nabi (8 ) :
    "Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?"

    Jawab Iblis:
    "Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku.
    Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan
    Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang
    yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan
    digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya
    selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit
    dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya
    siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi
    kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab
    neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga
    dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang
    bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu
    mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan
    garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu
    dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan
    ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain
    telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku
    dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri
    telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur
    seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa."

    Pertanyaan Nabi (9):
    "Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?"

    Jawab Iblis:
    "Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar - besar seteruku. Tiada upayaku
    melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka.
    Karena engkau sendiri telah berkata: "Seluruh sahabatku adalah seperti
    bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat
    petunjuk."

    Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat
    mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya
    atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan engkau sendiri
    telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal
    kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar.
    Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan
    anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.

    Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena
    dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika
    aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena
    sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah
    mengatakan, "Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh
    menggantikan aku", karena dia adalah orang harapanmu serta pandai
    membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'.

    Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya
    senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu
    orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena
    taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya
    karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan,
    "Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau
    kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti
    pahala Usman mati syahid."

    Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan
    gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya.
    Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua
    mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah
    golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan
    kepalanya kepada sembarang berhala. Bergelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' -
    dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan engkau
    sendiri berkata, "Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya."
    Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya."

    Pertanyaan Nabi (10):
    "Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?"

    Jawab Iblis:
    "Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang
    menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada
    manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya
    seperti kata Jibril a.s, "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita
    akhirat." Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar,
    syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan
    kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan
    harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu
    masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku
    hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang
    kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat,
    tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.

    Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia
    menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang
    tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak
    sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya
    asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan
    menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat,
    tempat judi dan perempuan lacur."

    bersambung...

    2 Re: Dialog Iblis dgn Rasullullah on Tue Jan 22, 2008 12:27 pm

    dheadz

    avatar
    Admin
    Admin
    sambungan...

    Pertanyaan Nabi (11):
    "Siapa yang serupa dengan engkau?"

    Jawab Iblis:
    "Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama
    Islam."

    Pertanyaan Nabi (12):
    "Siapa yang mencahayakan muka engkau?"

    Jawab Iblis:
    "Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji."

    Pertanyaan Nabi (13):
    "Apakah rahasia engkau kepada umatku?"

    Jawab Iblis:
    "Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa
    pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya
    tanpa dia sadari."

    Pertanyaan Nabi (14):
    "Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?"

    Jawab Iblis:
    "Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa
    pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan
    bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan
    benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada
    pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena
    kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa
    membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka
    makan, tiadalah merasa kenyang."

    Pertanyaan Nabi (15):
    "Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?"

    Jawab Iblis:
    "Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah,
    menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil
    air wudhu', maka padamlah marahnya."

    Pertanyaan Nabi (16):
    "Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?"

    Jawab Iblis:
    Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau
    bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan
    diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu."

    Pertanyaan Nabi (17):

    "Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?"

    Jawab Iblis:
    "Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka
    (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan
    dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib
    dan isya', aku beratkan hatinya untuk sholat."

    Pertanyaan Nabi (18 ) :
    "Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?"

    Jawab Iblis:
    "Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak
    diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat
    tengah malam."

    Pertanyaan Nabi (19):

    "Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?"

    Jawab Iblis:
    "Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya"

    Pertanyaan Nabi (20):
    "Apa lagi yang memecahkan mata engkau?"

    Jawab Iblis:
    "Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka,
    membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah
    bersabda, 'Syurga itu di bawah tapak kaki ibu'"

    wassalam


    Sumber: eMail.

    View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

    Similar topics

    -

    » Iblis Stone

    Permissions in this forum:
    You cannot reply to topics in this forum